Deteksi Kanker Usus Besar Lewat BAB

Deteksi Kanker Usus Besar Lewat BAB - Sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap masalah kanker, terutama kanker usus besar, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama dengan PT Roche Indonesia telah meluncurkan kampanye edukasi Cek Saat Buang Air Besar (BAB), Mari Deteksi Kanker Usus Besar.

Kanker usus besar merupakan salah satu jenis kanker yang sering tak disadari penderitanya. Kanker yang cukup banyak ditemui pada pria maupun wanita. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker usus besar menempati peringkat ketiga kasus kanker yang banyak dijumpai di seluruh dunia. Sayangnya, sering kali pasien tak menyadari keberadaan kanker ini hingga akhirnya baru terdeteksi pada stadium lanjut. Padahal, jika lebih peka, keberadaan kanker ini bisa diketahui lebih awal melalui buang air besar (BAB). 

Perubahan pola BAB bisa terjadi karena adanya tumor di bagian kiri usus. Adanya tumor membuat feses yang padat tidak bisa dikeluarkan. Terkadang, perut juga terasa penuh meski telah BAB. Tak hanya pola BAB, dari bentuknya pun bisa terjadi perubahan. Misalnya, ukuran feses menjadi kecil-kecil, atau yang tadinya berbentuk lonjong menjadi lebih pipih. Gejala berikutnya, yaitu BAB berdarah.

Jika BAB berdarah, maka kemungkinan ada polip di usus. Gejala ini mirip dengan kanker usus besar. Keberadaan polip dalam usus besar perlu diwaspadai. Polip merupakan gumpalan kecil dari sel-sel yang tumbuh di dinding usus besar. Sekilas, polip dalam usus besar tidak menyebabkan masalah serius. Namun, polip ternyata bisa berkembang menjadi kanker usus besar. Polip memang merupakan tumor yang bersifat nonkanker dan jinak. Namun, pada kondisi tertentu, polip berpotensi menjadi kanker bila bersifat ganas (malignant). 




Deteksi Kanker Usus Besar Lewat BAB 


Pendarahan hebat di usus besar juga bisa membuat penderitanya kurang darah atau anemia tanpa disadari. Kondisi ini bisa membuat tubuh lemas dan lelah. Perut juga terasa nyeri. Jika kanker sudah lebih parah, biasanya pasien akan kurang nafsu makan. Akibatnya, berat badan menjadi turun tanpa sebab yang jelas.

Terbentuknya polip bisa dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat. Penyebab utama kanker usus besar adalah dari pola makan, seperti konsumsi lemak tinggi atau kurang makanan berserat. Untuk itu, perlu dilakukan skrining secara rutin pada usus besar. Bisa dengan tes darah samar pada feses dan atau dengan memasukan selang kecil ke dalam usus besar.

Kebanyakan kanker usus besar memiliki masa perkembangan yang lambat dari tahun ke tahun, diawali dengan timbulnya jaringan atau tumor yang awalnya merupakan jenis polip nonkanker pada permukaan usus besar atau rektum. Karena itu, segeralah lakukan pemeriksaan secara berkala untuk menghindari deteksi yang terlambat.

Itulah Deteksi Kanker Usus Besar Lewat BAB, semoga bermanfaat buat anda.
Deteksi Kanker Usus Besar Lewat BAB | Mimin Bahenol | 5